Ketika para mahluk
suci menurunkan wejangan, bagaikan ungkapan puisi yang sangat indah dan sulit
dipahami.
Hal ini dikarenakan alam kehidupan mereka
yang sangat indah dan sulit digambarkan dengan kata-kata manusia yang sangat
terbatas. Para mahluk suci memiliki kesadaran yang jernih, sehingga keadaan
mereka merupakan keadaan yang tanpa batas sehingga segala ucapan para mahluk
suci terasa bagaikan kata-kata puisi yang sulit dimengerti.
Permasalahan ini terjadi karena alam kehidupan manusia tidak
dapat merasakan dan memahami keadaan alam kehidupan para mahluk suci. Alam
kehidupan manusia telah terbiasa dipengaruhi oleh pikiran, dimana sesungguhnya
alam pikiran manusia sangat terbatas sekali pada respon indera-indera tubuh
dan gambaran pikiran saja.