Home
Back
Info Dharma
Galleria

Yang Abadi
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 9 -  Wisnu Prakasa")

Dalam berbagai Sutra, banyak disebutkan bahwa "Tidak ada yang abadi dan kekal".

Tetapi saya mengatakan bahwa hanya ‘Tao’ yang tidak pernah berubah. Karena Tao terbebaskan dari Ada dan Tiada.

Tao telah ada pada awalnya,

Tao masih ada pada tengahnya,

dan Tao tetap ada pada akhirhya.

Tao tidap pernah tercipta atau termusnahkan, sehingga Tao terbebaskan dari Ada dan Tiada.

Maksud saya mengemukan hal yang demikian, bukan untuk menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalam Sutra adalah salah. Atau apa yang telah diungkapkan oleh para Master di masa lampau adalah salah. Dan Juga bukan untuk berdebat dengan mereka yang hanya memahami sebatas dengan kata-kata yang tertulis di dalam Sutra dan Kitab Suci saja.

Tetapi saya mengharapkan para mahluk untuk lebih memahami dan membina intisari ajaran yang terkandung di dalam Sutra dan Kitab Suci. Dengan membina kehidupan spiritual dengan giat dan tekun, hingga mencapai tahap kejernihan Kesadaran Sejati. Kita akan dapat lebih memahami intisari ajaran yang terkandung didalam sutra.

Bagaikan sebuah cermin

yang memantulkan berbagai gambar.

Tetapi bentuk dan alamiah cermin itu

tidak berubah sedikitpun.

Demikian alamiah Kesadaran Sejati

seperti sebuah cermin.

Para mahluk yang telah memahami

kejernihan Kesadaran Sejati.

Akan memahami alamiah Ketidak Abadian

dan Ketidak Kekalan.

Akan memahami alamiah Ada

dan Tiada yang sebenarnya.

Sehingga mereka akan memahami

alamiah Ketidak Berubahan dari Tao.

Inilah intisari akhir Kesadaran Sejati

dalam Pencapaian Tao

(Kesempunaan Agung Sejati).

 

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.