Tiga Proses Awal Kebangkitan
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati Bagian 1 - oleh: Wisnu Prakasa")
Para pembina dalam pembinaan proses awal
kebangkitan roh sejati akan mengalami keadaan dan tahap-tahap tertentu, secara
garis besarnya akan mengalami tahap-tahap sebagai berikut:
Permunculan energi roh sejati yang
spontan.
Ketidak mampuan untuk memahami gerakan
energi roh sejati.
Roh sejati mencapai kejernihan dan ketenangan mutlak.
Pada awal pembangkitan roh sejati, akan timbul
energi roh suci yang secara spontan menyatu dan membangkitkan roh sejati. Roh
sejati yang terbangkitkan mulai bergerak bebas tanpa halangan dari luar maupun
dalam. Gerakan yang bebas dari roh sejati menimbulkan ketenangan pada kesadaran
sejati, pertahankanlah ketenangan ini selama mungkin tanpa memaksakannya.
Memasuki tahap kedua, dimana gerakan roh
sejati mulai di halangi oleh berbagai gambaran pikiran yang timbul. Gambaran ini
dapat berupa rasa ketakutan yang timbul, rasa kesenangan yang mengikat, rasa
keinginan untuk mencari sumber dari energi yang timbul, rasa pencarian akan
sumber dari awal ketenangan, bahkan rasa keraguan akan gerakan roh sejati yang
timbul.
Halangan yang bersumber dari berbagai gambaran
pikiran seperti: perasaan emosi yang timbul, pencarian sumber penggerak yang
terus berlangsung tanpa dapat menemukan jawabannya, dan ketidak mampuan untuk
memahami gerakan energi roh sejati.
Semua ini disebabkan karena alam pikiran
memang tidak akan mampu untuk memahami gerakan energi roh sejati yang tanpa
batas. Bilamana pencarian yang tanpa hentinya tentang pemahaman tentang roh
sejati telah disadari penuh, maka kebenaran sejati akan terbuka sehingga
gambaran-gambaran pikiran yang timbul akan terhenti dengan sendirinya.
Selanjutnya memasuki tahap ketiga dimana roh sejati akan
mencapai tahap ketenangan dan kebahagiaan mutlak yang tanpa batas. Ketenangan
dan kebahagiaan yang luar biasa ini akan timbul sendirinya dan tidak perlu di
cari ataupun dipaksakan, karena ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa ini
sebenarnya adalah sifat alamiah dari Roh sejati itu sendiri.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —