Mimpi Tidak Hanya Dialami Manusia
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati Bagian 1 - oleh: Wisnu Prakasa")
Seorang umat bertanya tentang
mimpi, “Apakah mimpi hanya dialami oleh manusia saja ?”
Walau pertanyaan ini, tampak
tidak berhubungan dengan pembinaan spiritual. Tetapi pertanyaan ini sungguh
menarik bagi saya, sehingga saya tertarik juga untuk menjawabnya. Demikian
kira-kira apa yang saya jelaskan kepadanya.
Ada beberapa sebab yang dapat
menimbulkan mimpi. Tetapi penyebab yang terbesar dari timbulnya mimpi adalah
keterperdayaan Kesadaran oleh kemelekatan gambaran Pikiran di waktu tidur. Dengan
mengetahui bahwa Kemelekatan gambaran Pikiran merupakan sumber terbesar
terjadinya mimpi, maka setiap mahluk yang masih diperdaya oleh kemelekatan
gambaran Pikirannya, saya pastikan masih dapat mengalami mimpi ketika tertidur.
Mungkin para ahli mimpi, merasa
bingung mengapa saya dapat mengetahuinya dengan pasti. Dimana saya akan
mengungkapkan rahasia sederhana ini: Ketika terbangun (tidak tidur), kemelekaran
gambaran Pikiran para mahluk selalu memperdaya Kesadarannya, walau mereka
sendiri tidak lagi menyadari telah diperdaya. Apalagi ketika mereka tertidur ?
Maka tidak mengherankan bila gambaran Pikiran mereka terus memperdaya Kesadaran
mereka, diwaktu tidak tidur atau diwaktu tidur.
Bagi mereka yang masih belum
memahami rahasia sederhana ini, saya ingin bertanya: Apakah bedanya waktu tidak
tidru (bangun) dan waktu tidur, bagi Kesadaran yang terperdaya ? atau bagi
gambaran Pikiran yang terus memperdaya ?
Bila telah memahaminya, maka kita
akan mengetahui bahwa seekor nyamuk yang hidupnya sangat singkat, masih mungkin
mengalami mimpi ketika tertidur. Demikian pula dengan anjing, kucing, gajah,
burung, ikan, dan binatang-binatangn lainnya. Saya katakan bahwa mereka mungkin
dapat mengalami mimpi, bila tertidur.
Saya juga mendapat pertanyaan
yang lebih jauh lagi, dimana seorang umat bertanya “Bagaimana dengan mahluk
lainnya, seperti para roh halus dan setan-setan lainnya ?”. Seperti yang telah
saya jelaskan, mahluk apapun juga yang masih diperdaya oleh kemelekatan gambaran
Pikirannya. Saya pastikan masih dapat mengalami mimpi ketika tertidur. Inilah
salah satu alamiah dari kemelekatan gambaran pikiran yang selalu memperdaya
Kesadaran sepanjang waktu.
Hanya para mahluk yang telah
membina Kesadaran Sejatinya, sehingga tidak lagi diperdaya oleh gambaran
pikirannya, akan terbebaskan dari mimpi yang demikian. Sehingga walaupun mereka
bermimpi, Kesadaran mereka tetap jernih terbebaskan dari kemelekatan gambaran
pikiran. Mereka akan menyadari sedang bermimpi, bagaikan menonton gambaran
pikiran yang timbul, dan tidak akan terperdaya sedikitpun. Bila mereka ingin
menghentikan mimpinya, mereka seketika itu dapat menghentikan atau mengganti
gambaran mimpinya. Bagaikan memiliki sebuat proyektor film, yang dengan mudahnya
mematikan atau mengganti filmnya.
Walaupun sama-sama seperti
bermimpi, tetapi perbedaan sangat jauh sekali. Perbedaan ini tidak dapat saya
ungkapkan hanya dengan kata-kata. Bila anda telah mencapai Kesadaran yang selalu
jernih, maka akan mengetahui dan merasakan bahwa mimpi yang memperdaya Kesadaran
dan yang tidak dapat memperdaya Kesadaran adalah sangat jauh berbeda. Hal ini
dapat sedikit saya gambarkan dengan ‘Apakah ketika melamun dan ketika menonton
film adalah sama ?’
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —