Menyadari Sedang Bermimpi
(dikutip dari buku "Kesadaran Sejati Bagian 2
- oleh: Wisnu Prakasa")
Setiap hari para mahluk terbiasa untuk tidur, dan di saat
tidur kadangkala akan bermimpi. Mimpi yang timbul di saat tertidur telah di
coba untuk diungkapkan maknanya sejak dahulu kala. Hingga proses terjadinya
mimpi di saat tertidur telah di analisa secara ilmu pengetahuan dengan
alat-alat yang paling modern. Walaupun telah lama di pelajari, tampaknya
misteri mimpi masih jauh terpendam di dalam alam tidur.
Ada pula para mahluk yang merasakan mimpinya bagaikan
menonton film tentang dirinya. Mereka sedang bermimpi, tetapi kesadaran mereka
tidak sepenuhnya terperdaya oleh gambaran pikirannya sehingga mimpi dan
kesadarannya tetap sebagai dua bagian yang terpisah. Kesadarannya mengetahui
bahwa dirinya sedang bermimpi, sehingga segala macam gambaran mimpi yang
timbul tidak dapat memperdayainya. Hal ini menjadikan mereka terpisah dari
mimpinya bagaikan penonton yang melihat film mimpinya.
Walaupun mimpinya menakutkan dan tidak baik, mereka dapat
merubah jalur mimpinya bahkan dapat mengulang-ulang gambaran mimpinya hingga
sesuai dengan kehendaknya. Mereka bagaikan seorang sutradara yang menguasai
jalur cerita mimpinya. Mereka dapat mengatur dan berbuat apapun didalam
mimpinya bahkan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan dialam sadarnya. Mereka
dapat menyuruh dirinya terbang, atau merubah apapun dengan seketika sesuai
dengan kehendaknya.
Mereka yang dapat menyadari ketika sedang bermimpi akan
mengalami suatu rasa lega dan senang yang luar biasa, hal ini berkat
kesadarannya yang terbebaskan dari seluruh gambaran pikiran yang selalu
memperdayanya. Sehingga mereka akan bangun dengan perasaan yang lebih segar
tanpa merasakan lelah.
Bagi mahluk awam, menyadari sedang bermimpi mungkin jarang
dialami. Sebagian besar mimpi-mimpinya selalu mempengaruhi kesadarannya,
sehingga kesadaran mereka tertutupi dan terperdaya oleh mimpinya. Mereka tidak
lagi menyadari bahwa mereka sedang tertidur, sehingga mereka merasakan dirinya
berada alam yang nyata. Bilamana mereka bermimpi yang menakutkan, maka tubuh
dan pikirannya akan terpengaruh oleh ketakutan yang timbul dari alam mimpinya.
Mereka tidak lagi menyadari bahwa dirinya telah telah dijadikan objek oleh
mimpinya.
Bagi para pembina kesadaran sejati dan roh sejati, mereka akan selalu
menyadari setiap mimpinya. Ketika terbangun ataupun ketika tertidur, kesadaran
sejati mereka tetap jernih sehingga terbebaskan dari gambaran pikiran yang
selalu ingin memperdayainya. Para umat yang terlatih tidak lagi dapat
dipermainkan dan dikuasai oleh pikiran yang selalu timbul, mereka tetap
sebagai subyek bagi jati dirinya sehingga tidak akan terjerumus sebagai objek
pikirannya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —