Merasakan Ombak Didalam Tubuh
(dikutip dari buku "Kesadaran Sejati Bagian 2
- oleh: Wisnu Prakasa")
Salah satu keadaan yang tidak umum ketika terbangun dari
tidur adalah merasakan gelombang ombak didalam tubuh. Dimana kita merasakan
tubuh bagaikan balon yang terisi air, dan air tersebut bergelombang dan
bergemuruh bagaikan ombak lautan. Gelombang air didalam tubuh ini terus
bergerak dari kaki hingga keseluruh badan, lalu bergerak kembali ke kaki.
Timbulnya keadaan ini merupakan fenomena permulaan yang
biasa dan wajar bagi para pembina Roh Sejati dan Kesadaran Sejati, tetapi
manusia awam tidak mengetahui proses timbulnya keadaaan ini. Mereka tidak
mengetahui akan proses terbangkitnya roh sehingga kesadaran mereka tidak
terbiasa dengan keadaan awal pelepasan roh yang telah terbebaskan dari
keterikatan badan kasar.
Mereka yang membina roh sejati ketika melepaskan unsur
ikatan roh dengan tubuh akan mengalami keadaan ini, tetapi dengan kesadaran
yang tetap jernih. Dimana ketika roh mulai melepaskan ikatannya, energi roh
akan menjadi lebih bebas bergerak dan lebih dominan. Energi roh yang pada
awalnya terikat didalam tubuh dapat terbebaskan ikatannya, sehingga energi ini
dapat bergerak bebas didalam tubuh.
Energi ini akan bergerak naik dan turun melalui saluran
cakra dan pembuluh darah. Bila energi ini dapat bangkit didaerah di cakra
pusar (sejengkat dibawah pusar), akan membangkitkan panas tubuh yang luar
biasa dan dapat digunakan sebagai energi prana yang dapat dialirkan ketangan
dan dapat digunakan untuk pengobatan prana.
Bila energi ini dapat mencapai telinga akan membuka chakra
telinga, dimana keadaan ini akan menimbulkan suara bagaikan gemuruh ombak
lautan. Bila energi roh ini mencapai chakra mata (daerah sekitar tengah alis),
maka keadaan ini akan menimbulkan cahaya kilat dan suara petir yang
bergemuruh. Selanjutnya bila telah mencapai chakra mahkota, maka akan
menimbulkan suara gemuruh halilintar yang keras sekali tiada hentinya.
Mereka yang telah membina kesadaran sejati dan roh sejati
dapat memahami keadaan roh yang melepaskan ikatan dengan tubuh, sehingga
kesadaran mereka tidak lagi dapat terperdaya oleh gambaran pikiran.
Disaat menjelang kematian, para pembina kesadaran sejati
akan dapat menghadapi segala keadaan yang timbul dengan kesadarannya yang
tetap jernih tanpa dapat diperdaya lagi oleh segala macam gambaran keterikatan
pikiran. Para pembina kesadaran sejati dan roh sejati tidak akan terperdaya
oleh perasaan khawatir dan takut yang timbul dari pikiran, sehingga proses
menjelang kematian dapat dihadapinya dengan kesadaran yang tenang dan jernih.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —