Home
Back
Info Dharma
Galleria

Melempar Siau-Pe / Koin I-Ching
(dikutip dari buku "Tata Cara Ibadah  - oleh: Wisnu Prakasa")

Memohon petunjuk dari para Mahluk Suci, banyak dilakukan oleh para umat Tao sejak lampau hingga sekarang. Biasanya dilakukan pada awal tahun di vihara-vihara Tao. 

Para umat datang bersujud  kepada Yang Maha Esa untuk bersyukur atas segala berkah yang telah diterimanya sejak lampau, ditahun lalu, dan hingga sekarang. Kemudian para umat memohon agar Yang Maha Esa selalu melimpahkan berkah dan restuNya kepada seluruh mahluk.

Setelah menerima berkah dan restu dari Yang Maha Kuasa, para umat kemudian menghormat kepada para Mahluk Suci. Para Mahluk Suci ini dipercaya sebagai jelmaan Cinta Kasih, Kemuliaan, Kebijaksanaan,dsb dari Yang Maha Esa.  Sehingga para umat dapat memohon petunjuk  kepada para mahluk suci, akan perjalanan kehidupannya di tahun ini.

Saya mengatakan bahwa cara memohon petunjuk dari para Mahluk Suci ini, sebenarnya BUKAN meramal seperti pergi ke dukun atau ahli nujum. Tujuan utama dari memohon petunjuk kepada para Mahluk Suci, karena Kesadaran Manusia sangat sulit untuk memahami petunjuk langsung dari Yang Maha Esa. Hal ini dapat saya lambangkan, jika Yang Maha Esa adalah manusia, maka manusia bagaikan seekor semut. Walaupun manusia berniat memberikan sebutir gula pasir kepada semut tersebut, tetapi tetap saja semut itu ketakutan. Walau manusia ingin memindahkan semut tersebut ketempat yang lebih baik, tetapi saja semut tersebut ketakuta. Ketika dibantu dipindahkan, semut tersebut  bahkan menggigitnya. Inilah alamiah manusia, bahkan jauh lebih lemah lagi dari seekor semut di hadapan Yang Maha Esa.

Kelemahan alamiah manusia untuk memahami kehendak Yang Maha Esa, maka banyak para Mahluk Suci yang lebih dapat memahami kehendak Yang Maha Kuasa membantu manusia untuk memahami Kehendak Yang Maha Kuasa. Disinilah peranan utama dari para Mahluk Suci, dalam kehidupan spiritual manusia.

Walau para Mahluk Suci lebih dapat dipahami oleh manusia, tetapi tidak semua manusia memiliki kejernihan Kesadaran yang memungkinkan dirinya menangkap gambaran dan petunjuk dari para Mahluk Suci. Untuk mencapai kejernihan Kesadaran yang lebih baik, dibutuhkan suatu pembinaan spiritual yang lebih baik. Sehingga bagi para manusia yang belum mencapai tingkat pembinaan spiritual yang tinggi, maka digunakan alat bantu seperti Chou-Chien, Siau-Pe atau Koin I-Ching.

Walaupun kita menggunakan alat untuk menangkap petunjuk dari para Mahluk Suci, tetapi kita harus memahami bahwa ini sangat berbeda sekali seperti melempar dadu disaat berjudi. 

Disaat kita melempar dadu, kita penuh dengan pengharapan, penuh dengan pikiran untuk menang, penuh dengan keingin tahuan, penuhn dengan prasangka, penuh dengan berbagai teori probabiliy, penuh dengan ketakutan akan kalah, dan penuh dengan berbagai gambaran pikiran lainnya.

  Ini sangat berbeda, bahkan bertolak belakang dengan menyerahkan segalanya kepada Kehendak Alam. Disaat seorang umat, melemparkan Chou-Chien, Siau-Pe, atau koin i-ching. Kesadarannya harus tenang, bebas dari segala gambaran pikiran yang timbul. Dirinya pasrah akan kehendak semesta alam, sehingga dirinya dapat terbebaskan dari segala keinginan dan pengharapan yang timbul dari gambaran pikiran. 

Rahasia untuk mendapatkan petunjuk yang sejelasnya, sebenarnya tergantung dari  kejernihan Kesadaran dari yang melakukannya. Sehingga saya selalu menyarankan agar para umat yang ingin memohon petunjuk di vihara, sebelumnya dari rumah telah memiliki pikiran yang bersih dan tenang.

Sehingga para Mahluk Suci bagaikan sekumpulan  bunga mawar yang mekar, menanti datangnya seekor kumbang untuk mengambil sarinya. Demikianlah  alamiah kehidupan spiritual yang terjadi bagi para Mahluk Suci dan manusia yang menjalankan pembinaan spiritual.

Untuk ini saya memberikan petunjuk singkat, bagi para umat yang ingin memohon petunjuk di vihara:

  1. Bernafaslah denga halus dan perlahan

  2. Tenangkan pikiran , jernihkan kesadaran

  3. Sebut nama, tgl lahir, dan alamat.

  4. Ucapkan doa permohon kebijaksanaan tertinggi.

  5. Katakan pertanyaan yang ingin diungkapkan.

  6. Bernafas dengan halus dan perlahan.

  7. Angkat alat bantu hingga kira-kira didepan dahi.

  8. Lalu bayangkan sinar emas yang terpancar dari tubuh rupang Mahluk Suci menyinari alat bantu.

  9. Chou-Chien dan Siau-Pe ada perbedaan.

    • Untuk Chou-Chien, turunkan alat bantu hingga didepan dada. Tahan nafas, lalu kocok kedepan-kebelakang, hingga satu bambu keluar. Jika nafas tidak tertahan, tetapi bambu belum keluar atau keluar lebih dari satu. Kembali ke nomor. 6, hingga berhasil mendapatkan hanya 1 bambu.

    • Untuk Siau-Pe, atau koin I-ching. Tahan nafas, lalu lepaskan Siau-Pe dari tangan sehingga jatuh dilantai.

  10. Bernafas normal lagi

  11. Lihat hasilnya, (bagi Siau-Pe, jika kedua kayu terbuka, maka ulangi kembali dari nomor. 6. Jika 3x masih terbuka saja. Jangan dilanjutkan lagi, karena bearti kita harus dapat menerima apapun.)

  12. Lalu ucapkan doa terima kasih atas petunjuk kebijaksanaan tertinggi.

Setelah mendapat petunjuk dari para Mahluk Suci, maka kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Disini saya mengajak para umat untuk memahami makna memohon petunjuk lebih baik lagi.

Bagi yang mendapatkan petunjuk yang baik, kiranya hal ini sebagai suatu petunjuk bahwa kita sekarang telah dijalan yang benar. Kita harus bersyukur atas berkah yang kita dapati. Kita harus terus menjaga perbuatan dan tindakan kita  yang telah baik, dan akan bersemangat untuk berbuat lebih baik lagi. Jangan kita menjadi takabur sehingga sombong dan lupa diri, tetapi seharusnya kita lebih rendah hati. Menolong para mahluk lainnya adalah sangat baik, karena semua keberuntungan kita sebenarnya juga atas bantuan Yang Maha Kuasa.

Bagi yang mendapatkan petunjuk kurang baik, kiranya ini menjadi suatu petunjuk agar kita harus lebih berhati-hati dalam menghadapinya. Walaupun petunjuk yang didapat kurang baik, kita tetap bersyukur karena kita telah diberi tahu sebelum terjadi. Disini kita harus intropeksi terhadap diri. Apakah kita memiliki persiapan yang telah baik ? Apakah kita dijalan yang benar ? Apakah kita telah berusaha dengan maksimal ? 

Mungkin sebelum mendapat pentunjuk yang demikian, kita tanpa terasa telah sembrono, sombong, menganggap remeh, dsb. Disini dibutuhkan lapang dada, keiklasan, dan kejujuran yang sangat dari dalam diri. Bila kita telah memahami kelemahan kita, tentu kita dapat lebih bijaksana untuk merubah agar mencapai hasil yang lebih baik. 

Bila hasil ditahun ini, ternyata menjadi baik. Bukan berarti petunjuk dari para Mahluk Suci tersebut salah, melainkan berkah dan petunjuk para Mahluk Suci jauh melampau dari sekedar pembuktian benar atau tidaknya petunjuk. Tetapi berkah dan petunjuk para Mahluk Suci, ternyata dapat merubah penderitaan menjadi kebahagian. Inilah tujuan utama dari para Mahluk Suci dalam membantu manusia, yaitu melanjutkan berkah Cinta Kasih dari Yang Maha Esa sehingga seluruh mahluk mendapatkan Kebahagian.

 

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.