Dasar Pembinaan Meditasi Dharma
Mulia
(dikutip dari buku "Meditasi Bagian 1
- oleh: Wisnu Prakasa")
Meditasi Dharma Mulia merupakan pembinaan spiritual yang
bermanfaat bagi seluruh mahluk. Dimana tujuan dari pembinaan meditasi Dharma
Mulia ini adalah membina para mahluk spiritual untuk menyadari jati diri
kesadaran yang sebenarnya, dari segala gambaran pikiran yang selalu
memperdaya.
Dasar pembinaan
meditasi Dharma Mulia ini untuk menyadari bahwa manusia bukan hanya sebatas
daging dan kulit saja, dan manusia juga bukan hanya sebatas ucapan, perbuatan,
dan pikiran saja. Dimana pada umumnya para mahluk menganggap dirinya hanya
sebatas tubuh, perasaan, emosi, keinginan, pikiran, dan gambaran-gambaran
pikirannya.
Setiap tahap pembinaan meditai Dharma
Mulia akan menuntun para pembina untuk
kembali pada kesadaran awal yang sebenarnya. Di tahap awal dasar pembinaan
meditasi Dharma Mulia, para umat mulai menyadari timbul dan lenyap segala
emosi dan gambaran pikiran. Sehingga secara perlahan-lahan Kesadaran akan
mulai terlepas dari segala ikatan dan kemelekatan gambaran pikiran.
Selanjutnya, Kesadaran akan terjernihkan karena tidak lagi diperdaya
oleh gambaran pikiran yang sebelumnya selalu timbul dan memperdayanya.
Pencapaian kejernihan Kesadaran ini
merupakan pencapaian jati diri yang murni, dan para pembina akan lebih
memahami KEBENARAN yang sesungguhnya. Pencapaian ini yang dinamakan
KEBIJAKSANAAN TINGGI, dimana mereka telah dapat membedakan segala dualisme
dan ketidak tahuan yang selama ini mempedayanya.
Mereka tidak lagi dapat diperdaya dan diperbudak oleh segala
keinginan dan emosi yang bersumber awal dari gambaran pikiran yang selalu
timbul. Dengan pencapain
Kesadaran jernih ini, mereka akan menjadi lebih sabar, tenang, bahagia,
bijaksana dan welas asih. Inilah proses awal lenyapnya penderitaan (Dukha) yang sebenarnya,
dan jalan menuju Pencapaian Agung (Tao & Kebudhaan).