|



| |
Intisari Ajaran Meditasi Dharma Mulia
(dikutip dari buku "Meditasi
Bagian 1 - oleh: Wisnu Prakasa")
-
Bermeditasi tidak untuk merubah
atau menyingkirkan diri kita,
dan juga tidak untuk mencari
sesuatu yang lebih baik pada diri untuk diri.
-
Bermeditasi berarti
meneliti, mengetahui, memahami, menyadari,
dan menghayati jati diri yang
sebenarnya pada saat ini.
-
Dengan memahami awal jati
diri, maka akan timbul alamiah 'Cinta Kasih Universal',
sehingga segala hal yang
dirasakan semua mahkluk akan dirasakan juga.
Dengan demikian jati diri akan menjadi lebih welas asih secara alamiah.
-
Dengan menyadari awal jati
diri, maka akan timbul alamiah 'Keserasian Universal',
sehingga segala hal yang
dirasakan seluruh alam akan dirasakan juga.
Dengan demikian jati diri akan
menjadi lebih bijaksana secara alamiah.
-
Dengan penghayatan jati diri
yang sebenarnya pada saat ini,
maka akan mengungkapkan awal kesadaran sejati yang
sebenarnya.
-
Dimana sejak awal Kesadaran Sejati selalu jernih,
terbebaskan
dari segala keterperdayaan dan kemelekatan pikiran.
-
Bila Kesadaran Sejati selalu
jernih, maka seluruh pintu Sorga akan terbuka lebar-lebar.
Demikianlah para
Pencapaian Agung mencapai jalan Pencerahan (Tao & Kebudhaan).
Inilah Intisari Warisan
Ajaran Meditasi Dharma Mulia yang diajarkan oleh Bunda Mulia, Dewi
Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun.
(
Intisari Ajaran Meditasi Dharma Mulia, diturunkan langsung oleh Maha Dewi
Yauw-Ce, di Hua-Lien pada perayaan Maha Dewi Yauw-Ce Cin Mu, yang disaksikan
oleh Guru Utama saya - Wanita Berjubah Biru & Bodhisattva Danau Biru, dan para
umat di Vihara She Pi Tang - Hualien. )
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —
|