Proses Awal Mencapai Tingkat Menengah Meditasi
(dikutip dari buku "Dasar Meditasi
- Wisnu Prakasa")
Setelah memiliki dasar pembinaan Meditasi Kesadaran yang kuat,
para pembina akan mencapai tahap lanjut yang cukup menarik, tetapi juga penuh
resiko bila tanpa dibimbing langsung oleh seorang pembimbing.
Bila pada awalnya kaki yang terasa baal atau tebal, dan selanjutnya kaki tidak akan terasa baal atau kebal
lagi. Tetapi, kemudian secara perlahan
tapi pasti, pembina mulai merasakan rasa ngantuk yang luar biasa.
Rasa ngantuk ini kadang bisa diatasi beberapa saat, tetapi
dalam beberapa saat akan timbul lagi. Keadaan rasa ngantuk yang timbul dan
hilang, akan terus berlangsung dalam beberapa saat. Dan kadang para pembina
dapat mencoba menfokuskan pada satu pikiran, atau terus melafalkan
mantra-mantra suci, atau melakukan pembayang, hingga mencoba mengamati keluar
masuk nafas. Semua ini memang dapat membantu untuk menghilangkan rasa ngantuk
yang timbul.
Inilah proses alamiah dalam pembinaan awal meditasi,
dimana rasa ngantuk dan kembalinya gambaran Pikiran datang silih berganti.
Keadaan yang demikian adalah wajar, dan memang merupakan proses alamiah dari
awal pembinaan meditasi.
Dengan pembinaan yang kuat dan pengarahan langsung dari guru,
tidak menutup kemungkinan para pembina meditasi akhirnya dapat mengatasi
rasa ngantuk dan gambaran Pikiran yang timbul dan lenyap sili berganti. Setiap
Guru pembimbing, memiliki berbagai macam cara, yang sesuai dengan keadaan
tingkat masing-masing muridnya. Tetapi bagi para pembina meditasi kesadaran,
adalah MUTLAK untuk memahami berlangsungnya proses alamiah pembinaan awal meditasi ini
dengan Kesadaran yang selalu jernih.
Dalam proses awal pembinaan meditasi, demikianlah kira-kira
para pembina akan mengalami proses alamiah meditasi yang berlangsung:
- Perasaan baal atau kebal yang dimulai dari kaki mulai naik
kepinggang, lalu dada, tangan,
- Tangan mulai terasa ringan dan akhirnya tanpa rasa.
- Alur nafas yang turun naik, akan terasa terhenti.
- Suhu tubuh yang panas, akan mulai mendingin dan akhirnya tidak
terasa panas ataupun dingin.
- Penglihatan kadang jernih dan redup, bahkan
kadang adanya kilatan cahaya atau bayangan sekilas.
- Mata
dan telinga kadang terasa berdenyut-denyut.
- Selanjutnya, perasaan baal atau kebal terus akan naik keleher hingga
kepala.
- Suara dengungan darah, akan melemah dan akhirnya total tidak
terdengar lagi.
- Penglihatan yang kadang remang dan terang, akhirnya akan
menjadi jernih.
Proses ini timbul secara alamiah, karena memang gambaran
pikiran yang mulai melemah, dan kondisi tubuh juga turut melemah.
Bila telah memahami dan mengalami proses yang dialami pada
pembinaan meditasi awal diatas, maka pembina meditasi akan mulai mencapai tahap
selanjutnya (tahap menengah).
Dalam tahap menengah, selanjutnya secara alamiah keadaan tubuh
kasar terasa tidak lagi berfungsi, bagaikan seorang yang mati suri, tetapi
Kesadaran harus selalu jernih.
Dalam tingkat ini, pengetahuan dan bimbingan Guru sangat penting
sekali, untuk memahami proses alamiah keadaan pencapaian dalam tingkat meditasi ini.
Jika tidak, terlalu besar resiko yang akan didapatnya.
Dalam tahap ini, bila terjadi kesalah-pahaman akan apa yang
dirasakan dan dialami. Para pembina akhirnya hanya akan terjerat dalam mistis,
delusion, alam khayal, alam pikiran, bahkan banyak pula yang terjerat dalam alam
Kekosongan Semu. Saya banyak melihat para pembina meditasi yang mencoba-coba
bermeditasi, tanpa bimbingan Guru, akhirnya mereka hanya menjadi orang syaraf,
dan ada pula yang menjadi gila.
Harus dipahami dari awal, bahwa Meditasi bertujuan untuk
mengenal Jati Diri yang sebenarnya, tetapi bukannya lebih mengenal jati diri
yang dicapai, justru para pembina condong bertolak belakang, mengotori dan lebih
menjauh dari tujuan semula. Dengan adanya bimbingan langsung dari Guru,
setidaknya Guru dapat selalu mengingatkan, akan tujuan medtiasi yang sebenarnya
yaitu lebih mengenal Jati diri yang sebenarnya.
Berhati-hatilah bagi para pembina meditasi yang mulai memasuki pencapaian tahap
menengah ini, karena dalam tahap
ini peranan Guru sangat dibutuhkan. Tanpa dasar dan bimbingan yang kuat dari
Guru, saya dapat katakan bahwa lebih dari 99.9% pembina akan mengalami SALAH
ARAH, yang dapat berakibat fatal, seperti menjadi gila, saraf, psyco, kesurupan,
dsb.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —